Tugas yang Overload pada tahun ini

| | |
Semester ganjil tahun ini merupakan semester yang sangat sulit ditempuh. Banyak diantara siswa dan siswi MAN 3 Malang yang kurang bisa relaks dalam proses belajar mengajar (hasil pengamatan saya). Mungkin banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Akan tetapi setelah ditelusuri satu persatu penyebabnya, salah satu penyebabnya adalah banyaknya tugas (PR) yang diberikan oleh guru pembimbing mata pelajaran yang beraneka ragam itu.

Banyaknya PR bukan malah membuat siswa dan siswi MAN 3 Malang rajin malah membuat siswa dan siswi MAN 3 Malang kurang bisa fokus terhadap pelajaran yang diberikan. Terutama saya pribadi, jujur saya merasa kurang bisa fokus terhadap pelajaran yang diberikan. Tatkala suatu pelajaran itu berlangsung, saya memikirkan tugas-tugas saya yang belum selesai. Saya merasa dhalim terhadap guru yang telah mengajar. Namun, saya harus bagaimana lagi. Tugas tersebut seperti mencekik saya kalau belum dikerjakan.

Kesetresan siswa dan siswi MAN 3 Malang ditambah dengan dimajukannya tanggal ujian semester ganjil tahun ini. Semua mata pelajaran seolah-olah menuntut para siswa dan siswi MAN 3 Malang untuk menyelesaikan bab-bab yang belum dibahas dengan waktu yang sangat singkat. Mungkin kalau bab yang belum dibahas sedikit, pikiran kita masih bisa mengikutinya. Tapi kalau bab yang belum dibahas itu banyak terus dikalikan dengan semua mata pelajaran yang ada. Bisakah otak kita menerima itu semua dengan waktu yang singkat? Mungkin kalau yang memiliki IQ tinggi bisa. Akan tetapi, kalau yang IQ-nya biasa-biasa saja, bisakah dia mengikuti akselerasi yang dilakukan semua mata pelajaran?


Nah, hal itulah yang harus dipikirkan kembali oleh pihak MAN 3 Malang kedepan. Saya tidak menyalahkan semua kebijakan yang berlaku di MAN 3 Malang, tapi alangkah baiknya jika semua itu sesuai harapan kita semua, ya dari pihak siswa maupun pihak guru. Saya yakin jika terjalin komunikasi yang baik antara siswa dan guru, maka akan tercipta sebuah sistem yang baik di MAN 3 Malang ini. Sistem dalam belajar mengajar, sistem dalam mengambil kebijakan dll. 
 
Disini saya tidak bermaksud untuk su’udzon (bernegatif thinking) terhadap MAN 3 Malang. Saya tahu semua kebijakan yang diambil itu untuk kebaikan kita bersama. Bukan kebijakan yang sepihal.

Saya sebagai siswa MAN 3 Malang tidak akan henti-hentinya berusaha memperbaiki diri supaya menjadi yang lebih baik. Dan satu lagi, saya tidak akan lupa berdo’a untuk MAN 3 Malang kedepan, semoga MAN 3 Malang menjadi sekolah terfavorit sedunia. Amin

0 komentar:

Posting Komentar